Jatuh Cinta Bikin Anda Sehat, Ungkap Sebuah Studi
Monika Pandey – Jatuh cinta memang membawa perasaan yang sulit dijelaskan, seperti lirik lagu “Jatuh Cinta Berjuta Rasanya” dari Project Pop. Perasaan ini sering dikaitkan dengan kebahagiaan yang meluap-luap hingga tingkah laku yang terkadang dianggap ‘ajaib’. Namun, tahukah Anda bahwa jatuh cinta ternyata memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh? Berbagai penelitian membuktikan bahwa perasaan ini dapat menurunkan tekanan darah, memperkuat sistem imun, bahkan meredakan rasa sakit.
Sebuah studi dari University of Western Virginia, California, Amerika Serikat, menemukan bahwa jatuh cinta menyebabkan aktivitas pada 12 area otak. Para peneliti mengungkapkan bahwa perubahan aktivitas ini dimulai hanya dalam waktu seperlima detik setelah seseorang jatuh cinta. Fenomena ini memicu pelepasan berbagai hormon yang berperan penting dalam kesehatan fisik dan emosional.
“Simak Juga: Kondisi Medis Langka, Wanita 21 Tahun Alami Keringat Darah”
Penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Behavioral Medicine menunjukkan bahwa perasaan ini menyebabkan pelepasan hormon dopamin dan oksitosin. Dopamin berfungsi mengatur respons emosional, sementara oksitosin, yang dikenal sebagai ‘hormon pelukan’, berkontribusi dalam meningkatkan rasa percaya diri serta mengurangi stres dan kecemasan.
Profesor Sir Cary Cooper, seorang psikolog dari Universitas Manchester, menjelaskan bahwa momen-momen besar dalam hidup, seperti jatuh cinta, memiliki efek psikologis yang kuat. Hal ini berhubungan erat dengan perubahan hormon dan sistem imun tubuh yang lebih baik.
Selain meningkatkan hormon kebahagiaan, juga dapat memperkuat sistem imun. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychoneuroendocrinology meneliti 50 wanita yang mengalami jatuh cinta dalam dua tahun terakhir. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan genetik yang berhubungan dengan peningkatan komponen imun yang mampu melawan virus dan infeksi.
Tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi juga mampu meredakan rasa sakit. Penelitian dari Stanford University, California, menggunakan pemindaian otak (brain scan) untuk mengukur respons terhadap rasa sakit. Para partisipan diminta melihat foto orang yang mereka cintai, dan hasilnya menunjukkan bahwa mereka mengalami penurunan rasa sakit hingga 40 persen. Peningkatan hormon dopamin saat melihat foto orang tersayang berfungsi sebagai ‘pereda nyeri alami’ layaknya obat penghilang rasa sakit.
“Baca Juga: Tari Poco Poco, Pesona Tari Tradisional dari Maluku”