Kemampuan Anjing Mendeteksi Malaria Lewat Bau
Monika Pandey – Anjing memiliki indra penciuman yang sangat tajam, sehingga kemampuan dalam mengendus berbagai aroma telah banyak dimanfaatkan. Ini dimulai dari melacak narkotika hingga mendeteksi penyakit mematikan. Jika sebelumnya anjing diketahui bisa mengenali tanda-tanda kanker dan diabetes, kini penelitian terbaru mengungkap bahwa anjing juga mampu mendeteksi malaria hanya dengan mencium bau kaus kaki seseorang.
Temuan ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society of Tropical Medicine and Hygiene di New Orleans, Amerika Serikat. Studi tersebut mengungkap bahwa anjing dapat mengendus keberadaan parasit malaria melalui aroma yang menempel pada kaus kaki penderita, bahkan jika orang tersebut belum menunjukkan gejala khas malaria.
“Simak Juga: Maloklusi Gigi, Susunan Gigi Tidak Sejajar dan Dampaknya”
“Kami menemukan bahwa penciuman anjing bisa menjadi metode deteksi dini malaria, terutama pada kasus tanpa gejala,” ujar James Logan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine. Para peneliti menggunakan 175 pasang kaus kaki sebagai sampel penelitian. Dari jumlah tersebut, 30 kaus kaki berasal dari anak-anak di Gambia yang telah terdiagnosis positif malaria. Sisanya adalah kaus kaki milik anak-anak yang tidak terinfeksi.
Hasilnya cukup mengesankan. Anjing mampu mengenali 70 persen dari kaus kaki milik anak yang terinfeksi malaria. Selain itu, tingkat akurasi dalam mengenali kaus kaki anak yang sehat bahkan mencapai 90 persen.
Penelitian ini didorong oleh meningkatnya jumlah kasus malaria secara global. “Situasi ini cukup mengkhawatirkan. Dalam beberapa tahun terakhir, upaya kita untuk mengendalikan malaria cenderung stagnan. Oleh karena itu, kita membutuhkan inovasi baru dalam upaya memerangi penyakit ini,” tambah Logan.
Malaria sendiri merupakan penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan disebabkan oleh parasit protozoa. Setiap tahunnya, malaria merenggut nyawa sekitar 445 ribu orang di seluruh dunia.
Meskipun hasil penelitian ini sangat menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa studi lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini. Profesor Steve Lindsay dari Departemen Biosains Durham University menyatakan bahwa metode deteksi ini dapat menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran malaria di masa depan.
“Jika penelitian lebih lanjut membuktikan keakuratan metode ini, anjing bisa menjadi alat yang sangat berharga dalam upaya deteksi dini dan pencegahan malaria,” ujar Lindsay. Metode ini berpotensi menjadi terobosan besar dalam dunia kesehatan, terutama dalam mendeteksi malaria secara cepat dan efektif, bahkan sebelum gejala mulai muncul.
“Baca Juga: Pemprov Sumut-USU, Kolaborasi Pembangunan Berbasis Riset”