Krisis Toilet: Ancaman Serius bagi Kesehatan Masyarakat
Monika Pandey – Di balik modernisasi dan kemajuan teknologi, krisis toilet masih menjadi masalah serius di berbagai belahan dunia, terutama negara berkembang. Meski terlihat sepele, minimnya akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak dapat membawa dampak besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Menurut data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 3,6 miliar orang di dunia masih hidup tanpa akses ke toilet yang memadai. Bahkan, sekitar 494 juta orang masih buang air besar di ruang terbuka, seperti di sungai, semak, atau saluran air. Krisis ini tidak hanya mencerminkan kemiskinan, tapi juga menunjukkan kurangnya perhatian terhadap hak dasar manusia atas lingkungan yang bersih dan sehat.
“Baca Juga: Hindari! 6 Makanan Ini Bisa Memperburuk Pilek dan Flu”
Ketiadaan toilet bersih bisa memicu berbagai penyakit menular. Limbah manusia yang tidak dikelola dengan baik akan mencemari air tanah dan sumber air minum. Hal ini menyebabkan penyebaran penyakit seperti diare, kolera, disentri, hepatitis A, dan infeksi cacing. Di banyak negara berkembang, diare masih menjadi penyebab utama kematian anak-anak di bawah usia lima tahun.
Selain penyakit, krisis toilet juga berdampak pada kesehatan mental dan keselamatan perempuan. Banyak perempuan harus menahan buang air selama berjam-jam karena tidak ada fasilitas yang aman dan privat. Hal ini bisa menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) dan masalah ginjal. Tidak sedikit pula yang mengalami pelecehan karena terpaksa buang air di tempat terbuka.
Toilet seharusnya tidak dianggap sebagai barang mewah, tetapi sebagai hak dasar yang harus dimiliki setiap individu. Ketersediaan sanitasi yang layak adalah bagian penting dari sistem kesehatan masyarakat. Investasi pada infrastruktur toilet tidak hanya meningkatkan kebersihan, tetapi juga produktivitas, kehadiran sekolah, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Untuk mengatasi krisis ini, diperlukan kerja sama antara pemerintah, organisasi non-profit, dan masyarakat. Edukasi mengenai pentingnya sanitasi, pembangunan toilet komunal, serta inovasi teknologi sanitasi yang ramah lingkungan bisa menjadi solusi jangka panjang.
“Simak Juga: Mappacci, Ritual Jelang Pernikahan dalam Budaya Bugis”